WELCOME TO BUTTERFLY QUEEN'S BLOG

POHON, DAUN DAN ANGIN

Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - POHON, DAUN DAN ANGINDAUN terbang karena ANGIN bertiup atau karena POHON tidak memintanya untuk tinggal ? POHON Orang2 memanggilku "POHON" karena aku sangat baik dalam menggambar pohon. AKU selalu menggunakan gambar pohon pada sisi kanan sebagai trademark pada semua lukisanku. AKU telah berpacaran sebanyak 5 kali... Ada satu wanita yang sangat AKU cintai..tapi AKU tidak punya keberanian untuk mengatakannya. .. Dia tidak cantik..tidak memiliki tubuh yang sexy.. Dia sangat peduli dengan orang lain..religius tapi..dia hanya wanita biasa saja. AKU menyukainya. .sangat menyukainya. . Gayanya yang innocent dan apa adanya..kemandirian nya..kepandaiann ya dan kekuatannya. .. Alasan AKU tidak mengajaknya kencan karena... AKU merasa dia sangat biasa dan tidak serasi untukku... AKU takut...jika kami bersama semua perasaan yang indah ini akan hilang... AKU takut kalau gosip2 yang ada akan menyakitinya. .. AKU merasa dia adalah "sahabatku". .. AKU akan memilikinya tiada batasnya...tidak harus memberikan semuanya hanya untuk dia... Alasan yang terakhir..membuat dia menemaniku dalam berbagai pergumulan selama 3 tahun ini... Dia tau AKU mengejar gadis2 lain dan AKU telah membuatnya menangis selama 3 tahun... Ketika AKU mencium pacarku yang ke-2 terlihat olehnya... Dia hanya tersenyum dengan berwajah merah..."lanjutkan saja" katanya, setelah itu pergi meninggalkan kami. Esoknya, matanya bengkak..dan merah... AKU sengaja tidak mau memikirkan apa yang menyebabkannya menangis... but AKU tertawa....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

WARUNG MAKAN

Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - WARUNG MAKANSeorang Kakek dan Nenek turun dari sebuah bus antar kota di sebuah terminal. Mereka telah menempuh perjalanan dari perjalanan wisatanya di luar negeri. Setelah turun dari pesawat, Kakek dan Nenek tersebut lalu menumpang bus yang telah mereka naiki ini. Mereka memang berencana untuk langsung menuju kota dimana anak dan cucunya tinggal. Kakek dan Nenek tersebut ingin membagikan oleh-oleh yang mereka dapat dari liburan panjang di masa tuanya. Dengan membawa barang bawaannya, mereka lalu berjalan menuju sebuah warung makan untuk mengisi perut yang mulai keroncongan. Kakek dan Nenek itu duduk bersandar di kursi kosong di warung. “Uuhh, sampai juga akhirnya..” Kakek itu menghela nafas. “Empat jam di dalam bus membuat kaki tuaku ini terasa kaku.” Warung makan itu lumayan besar, dengan jumlah kursi sekitar 30-an buah. Terlihat para pelayannya hiruk pikuk membersihkan meja-meja. Warung itu memang cukup ramai, sekitar tiga per empat jumlah kursinya telah terisi oleh orang-orang yang menikmati makan siangnya. Kakek dan Nenek itu dengan sabar menunggu pelayan menghampiri untuk menanyakan apa pesanannya. Setelah lebih dari 20 menit, ternyata tak ada satu pelayan pun yang menghampiri mereka. Para pelayan selalu sibuk dengan pekerjaannya sendiri-sendiri. Kakek itu lalu memberanikan diri untuk memanggil salah satu pelayan restoran itu. “mBak, aku mau pesan makanan !” serunya. Dan seruannya itu terdengar oleh salah satu pelayan - yang kemudian ....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

SEPEDA BALAP

Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - SEPEDA BALAPAda seorang pemuda. Dia tertarik dengan balap sepeda. Setelah mengumpulkan uang, akhirnya dia mampu membeli sebuah sepeda balap. Dengan senang hati, dia mencoba sepeda balap tersebut. Setelah beberapa hari mencoba, dia kecewa berat. Dia tidak bisa mengendarai sepedanya dengan kecepatan tinggi. Bagaimana pun dia mengayuh, tetap saja sepeda berjalan dengan lambat. Akhirnya dia membawa sepeda tersebut ke tempat dimana dia membelinya. “Pak, Anda menipu saya! Katanya ini sepeda balap, koq larinya lambat banget. Bahkan kalah oleh sepeda biasa.” katanya sambil marah-marah kepada penjual sepeda. “Yang benar pak? Padahal pembalap nasional saja menggunakan sepeda seperti ini. Mereka bisa cepat koq?” kata penjual sepeda, keheranan. “Buktinya? Saya sudah sekuat tenaga mengayuh, tetap saja lambat.” katanya menaikan nada suaranya. “Mungkin ada yang rusak pak. Boleh saya periksa?” tanya penjual sepeda tetap tenang. Kemudian dia memeriksa sepeda. Setelah beberapa saat dia berkata: “Tidak ada yang rusak pak, kondisinya 100% .” “Tapi.. kenyataannya? Sepeda itu lambat! Coba saja sendiri jika tidak percaya.” kata pemuda tersebut tetap pada nada tinggi. “Baik pak, akan kami coba.” kata penjual sepeda sambil memberi isyarat kepada anak buahnya untuk mencoba sepeda tersebut. Wussss…. setelah beberapa saat, sepeda itu melaju dengan kencangnya. Jelas saja membuat pemuda tadi bengong. “Koq bisa yah?”, kata pemuda tadi bingung. “Silahkan dicoba lagi. Saya....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

HATI NURANI SANG PENCURI

Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - HATI NURANI SANG PENCURIPada suatu malam, seorang pencuri menyelinap ke sebuah rumah yang di huni oleh seorang nyonya tua, yang saat itu sedang duduk di samping meja. Sungguh beruntung sekali, pikir si pencuri. Tiba-tiba terdengar tangisan nyonya tua itu dengan tersedu-sedu, lalu mengambil sebuah gunting dan mengarahkannya ke leher. "Ah.....! tidak boleh!" teriak si pencuri. Tanpa sadar ia berlaku sebagai pencuri, dia menerobos ke dalam rumah dan merampas gunting dari tangan nyonya itu. "Biarkan aku mati...," ronta nyonya tua itu. "Masalah apa yang terjadi? Bicarakan padaku, Untuk apa memilih jalan pintas?" Ternyata Nyonya tua itu baru saja ditinggalkan suaminya. Anak dan menantu tidak berbakti, ditambah lagi menderita sakit hingga merasakan hidup ini tidak berarti lagi. Setelah dinasehati panjang lebar, niat untuk bunuh diri tadi perlahan-lahan hilang. Setelah ramai sejenak, para tetangga mengalihkan perhatian pada si pencuri tadi. "Terima kasih,Tuan ! Tanpa pertolongan anda, tragedi malam ini tentu akan terjadi", cetus mereka. "Kalian terlalu sungkan. Saya menolong nyonya ini adalah suatu reaksi spontan, sungguh tak pantas di puji",jawab si maling. "Tuan, apakah marga anda?" "Saya bermarga Tan." Setelah berbasa-basi sebentar,tiba2 salah seorang di antara mereka berkata : "Oh ya! Ada satu hal yang perlu kita ketahui". kemudian matanya melirik kepada si maling. "Tuan Tan, bagaimana engkau bisa sampai di sini dan menyelamatkan nyonya tua ini? Dari mana anda masuk?" Si maling menjadi pusat ....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

LAYANG-LAYANG

Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - LAYANG-LAYANGSebuah layang-layang yang baru saja selesai dibuat. Pemiliknya membawa ia ke lapangan terbuka. Secara perlahan-lahan layang-layang itu menemukan dirinya terbang semakin lama semakin tinggi. Ketika ia mengangkat wajahnya menengadah ke langit, ia berteriak gembira; 'Wuaahhh, langit yang biru. Aku akan terbang tinggi sampai ke ujung sana.' Namun tiba-tiba ia merasa bahwa perjanannya kini agak tersendat dan menjadi berat. Ia tidak bisa bergerak lebih tinggi dan tak mampu maju lebih jauh lagi. Ketika ia menundukkan kepalanya, barulah ia tahu kalau pemiliknya memegang kuat ujung benang. Benang itulah yang membuatnya tak bisa terbang tinggi. Layang-layang itu menjadi amat marah. 'Mengapa ia tidak melepaskan aku?? Bila aku dilepaskan secara bebas, aku pasti akan terbang lebih tinggi menembusi awan-awan yang ada jauh di atas sana.' Demikian layang-layang itu berontak. Tiba-tiba tali benang itu terputus. Dan Ternyata bukan kenikmatanlah yang dia peroleh. Sebaliknya, ia kini jungkir balik terbang tak teratur dibawa angin. Angin kencang datang menghembus, dan ia jatuh tersangkut di atas sebatang pohon. Rangka-rangkanya patah. Kertas-kertasnya sobek. Ia kini menjadi seonggok sampah yang tak berbentuk. Pada saat seseorang berkata bahwa ia hebat dan kuat, saat itu merupakan awal kehancurannya. ....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

HARGA SEBUAH MUJIZAT

Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - HARGA SEBUAH MUJIZATSally baru berumur 8 thn ketika dia mendengar ayah dan ibunya berbicara tentang kakaknya Georgi. Kakaknya sakit dan mereka telah melakukan semuanya untuk menyelamatkan nyawanya. Hanya pengobatan yang sangat mahal yang dapat menolongnya sekarang tapi itu tidak mungkin karena kesulitan keuangan keluarga tersebut. Sally mendengar ayahnya berkata, hanya mujizat yang dapat menyelamatkannya sekarang. Sally masuk kekamarnya dan mengambil celengan yang disimpannya, menjatuhkannya ke lantai dan menghitungnya dengan hati-hati. 3 kali dihitungnya hingga benar-benar yakin tidak salah hitung. Dia memasukkan uang koin tsb kedalam saku sweaternya dan menyelinap meninggalkan rumahnya untuk menuju ke sebuah toko obat. Dengan penuh kesabaran, ditunggunya si apoteker yang tengah sibuk berbicara dengan seorang pria. Si apoteker tidak melihatnya karena dia begitu kecil. Hal itu membuat Sally bosan dan dia menghentak-hentakan kakinya ke lantai untuk membuat kebisingan. Si apoteker melongokkan kepalanya tapi juga tidak melihat si Sally kecil. Akhirnya dia keluar dan menemui Sally. "Apa yang kau mau?" tanya si apoteker dengan keras. "Saya sedang berbicara dengan saudara saya." "Baik, saya ingin berbicara ttg kakak saya," Sally menjawab dengan nada yang sama "Dia sakit, dan saya ingin membeli suatu mujizat." "Maaf, apa yang kamu katakan ?," kata si apoteker. "Ayah saya berkata hanya mujizat yang dapat menyelamatkannya, nah sekarang berapa harga mujizat itu ?" "Kami tidak menjual mujizat disin....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

MAKALAH SEMINAR MANAJEMEN KEUANGAN

Pengaruh Risiko Sistematis dan Likuiditas Terhadap Tingkat Pengembalian Saham Badan-Badan Usaha yang Go-Public di Bursa Efek Jakarta pada Tahun 1999

PENDAHULUAN
Pada umumnya hampir semua investasi mengandung unsur ketidakpastian atau resiko. Investor tidak tahu dengan pasti hasil yang akan diperolehnya dari investasi yang dilakukan. Dalam keadaan semacam itu dikatakan bahwa investor tersebut menghadapi resiko dalam investasi yang dilakukannya. Yang bisa ia lakukan adalah memperkirakan berapa keuntungan yang diharapkan dari investasinya, dan seberapa jauh kemungkinan hasil yang sebenarnya nanti akan menyimpang dari hasil yang diharapkan. Karena investor menghadapi kesempatan investasi yang beresiko, pilihan investasi tidak dapat hanya mengandalkan pada tingkat keuntungan yang diharapkan. Apabila investor mengharapkan untuk memperoleh tingkat keuntungan yang tinggi, maka ia harus bersedia menanggung resiko yang tinggi juga.
Pada investasi dalam bentuk saham di pasar modal, tingkat pengembalian setiap saham dapat tidak  sama karena besarnya dividen kas dan keuntungan atau kerugian dalam menjual setiap saham berbeda. Oleh karena itu, dalam melakukan investasi, investor seharusnya mempertimbangkan secara matang mengenai beberapa hal yang sangat penting dalam pengambilan keputusan investasi yang dilakukannya, yaitu berapa tingkat pengembalian yang diharapkannya, berapa besar resiko yang harus ditanggungnya dan berapa kelikuiditas investasi tersebut.
Pada dasarnya investor akan selalu memperhitungkan besarnya resiko saham, dalam hal ini resiko saham yang dapat dieliminasi dengan diversifikasi oleh investor adalah resiko sistematis sebagai variabel penentu tingkat pengembalian saham yang diharapkannya, karena resiko saham yang tinggi akan memberikan tingkat pengembalian saham yang tinggi, demikian pula sebaliknya. Namun sebenarnya ada variabel penentu lain yang juga akan mempengaruhi tingkat pengembalian saham, yaitu likuiditas saham yang dapat diukur dengan menggunakan bid-ask spread.
TINJAUAN KEPUSTAKAAN
Menurut Bodie (1998) pengertian tingkat pengembalian investasi adalah penghasilan yang diperoleh selama periode investasi per sejumlah dana yang diinvestasikan. Secara praktis, tingkat pengembalian suatu investasi adalah persentase penghasilan total selama periode inventasi dibandingkan harga beli investasi tersebut. Apabila harga jual suatu sekuritas melebihi harga belinya maka terjadilah  capital gain.  Demikian sebaliknya, apabila harga jual lebih kecil daripada harga beli maka terjadilah  capital loss. Dapat dikatakan bahwa pendapatan yang diperoleh investor dari saham merupakan pendapatan yang tidak tetap baik itu pendapatan yang berasal dari capital gain maupun dividen. Dikatakan tidak tetap karena jumlah capital gain yang diperoleh bergantung pada transaksi jual beli yang terjadi di pasar, sedangkan besarnya dividen yang dibagikan dipengaruhi oleh laba dan kebijakan badan usaha.
Selanjutnya Bodie (1998) menguraikan bahwa selisih antara tingkat pengembalian yang diharapkan dengan tingkat bebas resiko (risk free rate) yang dikenal dengan  risk premium dapat berubah-ubah karena pengaruh berbagai faktor yang mempengaruhi risk free rate. Apabila risk free rate berubah maka risk premium juga akan berubah. Variabel-variabel yang mempengaruhi risk premium inilah yang nantinya dikenal sebagai resiko investasi.
Sharpe, Alexander dan Bailey (1999) menyatakan bahwa tingkat pengembalian yang diharapkan dari suatu saham  akan dipengaruhi oleh dua karakter dasar, yaitu resiko sistematis dan likuiditas saham. Risiko sistematis (Hearth dan Zaima, 1995) merupakan resiko yang berasal dari faktor-faktor yang mempengaruhi perusahaan secara langsung, seperti ketidakpastian kondisi ekonomi (gejolak kurs tukar mata uang, tingkat inflasi dan tingkat suku bunga yang tidak menentu) dan ketidakpastian politik. Hal ini berarti kinerja saham suatu badan usaha dipengaruhi oleh kondisi yang terjadi dalam perekonomian negara dan perubahan pasar. Dengan kata lain, tingkat pengembalian saham dipengaruhi oleh perubahan faktor-faktor di luar kendali manajemen suatu badan usaha, dan setiap saham memiliki kepekaan yang berbeda terhadap kondisi pasar tersebut.
Jadi satu-satunya resiko yang relevan dan mencerminkan resiko dalam investasi  surat berharga adalah resiko yang tidak bisa dieliminasi, yaitu resiko sistematis yang dilambangkan dengan symbol beta (b). Secara teoritis, ukuran resiko relevan (resiko sistematis) yang paling tepat untuk  surat berharga adalah kovarian surat berharga tersebut terhadap surat-surat berharga lain yang termasuk dalam portfolio pasar. Rumusan resiko sistematis menurut Bodie (1998) sebagai berikut:
Covar (Rj,Rm)
bj = 
Var (Rm)
dimana:
bj =  risiko sistematis
Covar (Rj,Rm) = kovarian tingkat pengembalian saham terhadap tingkat pengembalian pasar
Var (Rm) = varian tingkat pengembalian pasar


dimana:


E(ri)  : tingkat pengembalian saham yg diharapkan
rf  : tingkat bebas risiko
bi :risiko sistematis
E(rm) : tingkat pengembalian pasar yang diharapkan
f (ci) : fungsi dari biaya transaksi




HIPOTESA
Berdasarkan uraian di atas, dengan model regresi diduga terdapat hubungan yang signifikan antara risiko sistematis dan likuiditas saham yang diukur dengan besarnya bid–ask spread terhadap tingkat pengembalian saham. Dari perhitungan awal terhadap  lima sampel, diduga bahwa korelasi antara risiko sistematis dengan tingkat pengembalian saham lebih besar daripada korelasi antara likuiditas saham dengan tingkat pengembalian saham.
METODE PENELITIAN DAN DATA
Penelitian ini merupakan penelitian riset konklusif yang bersifat deskriptif dengan populasi penelitian meliputi seluruh saham badan usaha  yang go public di PT BEJ. Kriteria sampel adalah saham badan-badan usaha yang secara konsisten tergolong dalam LQ 45 sebagai saham yang teraktif di PT BEJ selama periode Januari–Desember 1999.Metode sampling digunakan  non-probability sampling  dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling yang menghasilkan sample sebanyak 33 sampel. Data yang diperlukan  merupakan data sekunder yang tersedia di PT BEJ berupa daftar harga saham resmi harian yang telah disesuaikan (adjusted  price), data IHSG harian, data SBI bulanan selama periode Januari-Desember 1999, data bid-price harian dan data ask-price harian. Untuk pengumpulan dan perhitungan data secara bulanan, jumlah hari akan disesuaikan dengan jumlah hari perdagangan PT BEJ, jadi dalam setiap bulan jumlah hari bisa tidak sama.
PENGUKURAN KONSEP
Aras pengukuran konsep yang digunakan dalam penelitian ini merupakan aras rasio dengan pola hubungan sebab-akibat, dimana terdapat dua jenis variabel, yaitu variable tidak bebas dan variabel bebas. Variabel tidak bebas (y) adalah rata-rata tingkat pengembalian saham bulanan, sedangkan variabel bebas pertama (x1) adalah rata-ratarisiko sistematis bulanan, dan variabel bebas kedua (x2) adalah rata-rata likiduitas saham bulanan yang diukur dengan besarnya bid-ask spread.
Pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan uji regresi linear dengan bantuan Microsoft Excel. Penerapan uji regresi linear bertujuan untuk:
1.  Melakukan prediksi terhadap nilai tingkat pengembalian saham. Model persamaan yang digunakan sebagai berikut:
Y = a + b x1 + c x2


dimana:


y =rata-rata tingkat pengembalian saham bulanan
a  =konstanta
b  =koefisien regresi pertama
c  =koefisien regresi kedua
x1=rata-rata risiko sistematis bulanan
x2=rata-rata likuiditas saham bulanan


Dari rumus di atas dapat diketahui pengaruh positif atau negatif dari resiko
sistematis dan likuiditas saham terhadap tingkat pengembalian saham.
2.  Melihat seberapa besar proporsi resiko sistematis dan likuiditas saham dalam
mempengaruhi tingkat pengembalian saham. Untuk itu digunakan koefisien korelasi berganda yang  akan mengukur keeratan hubungan (korelasi) antara tingkat pengembalian saham dengan resiko sistematis dan likuiditas saham. Kemudian dilanjutkan dengan koefisien determinasi (R2) yang menunjukkan besarnya persentase sumbangan resiko sistematis dan likuiditas saham terhadap variasi naik turunnya tingkat pengembalian saham. Pada pengolahan data ini digunakan software SPSS 10.0 for Windows.
3.  Menguji kebenaran pengaruh resiko sistematis dan likuiditas saham terhadap tingkat pengembalian saham. Dilakukan dua pengujian: (1)  pengujian koefisien regresi secara individual dengan uji t dua arah, dan (2) pengujian koefisien regresi secara bersama-sama dengan uji F.
PERHITUNGAN TINGKAT PENGEMBALIAN SAHAM, RISIKO SISTEMATIS, DAN BID - ASK SPREAD
Besarnya tingkat pengembalian saham dapat dihitung dengan rumusan sebagai berikut:           
Karena dalam penelitian ini digunakan tingkat pengembalian saham diatas tingkat suku bunga bebas risiko (excess return), maka hasil perhitungan tingkat pengembalian  saham diatas harus dikurangkan dengan tingkat suku bunga yang ditetapkan oleh Bank Indonesia (SBI) sesuai dengan kurun waktunya. Hasil perhitungan excess return dari tiga puluh tiga sampel selama periode Januari–Desember 1999 dapat dilihat pada Tabel 1.
Nilai resiko sistematis dapat dihitung dengan rumus (b). Untuk mendapatkan nilai risiko sistematis terlebih dahulu perlu dihitung tingkat pengembalian saham harian dan tingkat pengembalian pasar harian yang telah dikurangkan dengan tingkat suku bunga yang bebas resiko. Hasil tersebut masing-masing kemudian dikurangkan dengan rata-rata hariannya sehingga akan diperoleh deviation stocks dan deviation market secara harian pula yang akan dikuadratkan untuk memperoleh squared deviation untuk saham dan pasar dan dihitung rata-rata hariannya selama satu bulan. Langkah selanjutnya adalah mengalikan deviation stocks harian dengan  deviation market harian untuk memperoleh product of deviation secara harian yang juga akan dihitung rata-rata hariannya selama satu bulan.
Tahap terakhir adalah membagi kovarian tingkat pengembalian saham terhadap tingkat pengembalian pasar (diperoleh dari pembagian jumlah hari perdagangan dalam sebulan dengan jumlah hari perdagangan dalam sebulan dikurangi satu, kemudian dikalikan dengan rata-rata harian dari  product of deviation) dengan varian tingkat pengembalian pasar (diperoleh dari pembagian jumlah hari perdagangan dalam sebulan dengan jumlah hari perdagangan dalam sebulan dikurangi satu, kemudian dikalikan dengan rata-rata harian squared deviation dari pasar). Hasil perhitungan resiko sistematis dari tiga puluh tiga sampel selama periode Januari–Desember 1999 dapat dilihat pada Tabel 2.
Besarnya bid–ask spread suatu saham dapat dihitung dengan menggunakan rumus (2). Langkah selanjutnya adalah mencari rata-rata  bid–ask spread harian dan bulanan untuk masing-masing saham. Perhitungan bid–ask spread dari tiga puluh tiga sampel selama periode Januari–Desember 1999 dapat dilihat pada Tabel 3.
HASIL UJI REGRESI: MEMPREDIKSIKAN NILAI TINGKAT PENGEMBALIAN SAHAM
Dengan regresi berganda diperoleh model yang memprediksikan tingkat pengembalian saham dengan variabel bebas risiko sistematis (x1)  dan liqiditas saham (x2) sebagai berikut:
y  =  - 0,299  +  0,422  x1 +  0,028 x 2
Dari persamaan diatas terlihat rata–rata risiko sistematis bulanan dan rata–rata bid–ask spread bulanan berpengaruh positif terhadap rata-rata tingkat pengembalian saham bulanan. Jadi tingkat risiko sistematis dan  bid–ask spread yang tinggi mempunyai kecenderungan menyebabkan tingkat pengembalian yang diharapkan oleh investor juga akan tinggi. Dari kedua variable tersebut terlihat bahwa rata-rata risiko sistematis bulanan mempunyai pengaruh lebih besar terhadap pengembalian yang diharapkan investor dibandingkan rata–rata bid–ask spread bulanan.Koefisien korelasi (r) sebesar 0,62 menunjukkan hubungan yang cukup erat antara rata-rata tingkat pengembalian saham bulanan dengan rata–rata risiko sistematis bulanan  dan rata–rata bid–ask spread bulanan selama periode Januari–Desember 1999.
Besarnya persentase sumbangan rata-rata risiko sistematis bulanan dan rata–rata likuiditas bulanan terhadap rata–rata tingkat pengembalian saham bulanan dapat dilihat dari koefisien determinasi (R2) sebesar 0,38. Angka tersebut menunjukkan bahwa sekitar 38% rata-rata tingkat pengembalian saham bulanan dapat dijelaskan oleh variabel rata– rata risiko sistematis bulanan dan rata–rata  bid–ask spread bulanan periode Januari– Desember 1999. Sedangkan sisanya (62%) dijelaskan oleh faktor-faktor lainnya seperti perilaku pasar, makro ekonomi, situasi sosial-politik, dan kebijakan pemerintah.
PENGUJIAN SIGNIFIKANS KOEFISIEN REGRESI: TINGKAT PENGEMBALIAN SAHAM
1.      Pengujian Koefisien Regresi Secara Individual
Pengujian koefisien regresi secara individual dilakukan untuk mengetahui apakah rata-rata tingkat pengembalian saham bulanan benar–benar dipengaruhi secara signifikan oleh rata–rata risiko sistematis bulanan dan rata–rata bid–ask spread bulanan.
Pengujian menggunakan uji t dua arah dengan hipotesis sebagai berikut:
Ho: b = 0  (variabel bebas tidak mempengaruhi variabel tidak bebas)
H1:b ¹ 0  (variabel bebas mempengaruhi variabel tidak bebas)
Dengan ketentuan jika Ho diterima maka variabel tidak signifikan dan jika Ho ditolak (H1 diterima) maka variabel signifikan. Adapun hasil pengujian ditunjukkan dalam Tabel 4 berikut:
Dari Tabel 4 diketahui bahwa rata–rata risiko sistematis bulanan dan rata–rata bid–ask spread bulanan berpengaruh secara signifikan terhadap rata-rata tingkat pengembalian saham bulanan. Jadi Ho ditolak.
2.      Pengujian Koefisien Regresi Secara Bersama-sama
Pengujian koefisien regresi secara bersama-sama dilakukan untuk mengetahui apakah risiko sistematis dan likuiditas saham secara bersama-sama benar-benar mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap tingkat pengembalian saham.
Dengan uji F hipotesis yang diajukan adalah:
Ho:  b1= b2= b3
H1:  b1¹ b2' b3
dengan ketentuan jika Ho diterima maka variabel tidak signifikan dan jika Ho ditolak maka variabel signifikan. Hasil disajikan dalam Tabel 5 berikut:
Dari uji F terbukti bahwa rata–rata risiko sistematis bulanan dan rata–rata bid–ask spread bulanan secara bersama–sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap rata-rata tingkat pengembalian saham bulanan, jadi Ho ditolak.
KESIMPULAN
1.      Secara bersama-sama faktor risiko sistematis dan likuiditas yang diukur dengan besarnya bid-ask spread  mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap tingkat pengembalian saham dari badan-badan usaha yang go public di Indonesia.
2.      Secara individu faktor risiko sistematis dan likuiditas yang diukur dengan besarnya bid-ask spread masing-masing juga mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap tingkat pengembalian saham dari badan-badan usaha yang go public di Indonesia.
3.      Risiko sistematis lebih mempengaruhi tingkat pengembalian suatu saham
dibandingkan dengan likuiditas yang diukur dengan besarnya bid-ask spread.
4.      Faktor-faktor lain seperti perilaku pasar, makro ekonomi, situasi sosial-politik, dan kebijakan pemerintah juga ikut mempengaruhi tingkat pengembalian saham.

SARAN

Penelitian selanjutnya perlu dilakukan dengan rentang waktu yang lebih panjang atau lebih dari satu tahun untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat mengenai pengaruh risiko sistematis dan likuiditas saham yang diukur dengan  bid–ask spread terhadap tingkat pengembalian saham. Disamping itu, variable yang diteliti juga perlu diperluas seperti likuiditas saham yang bukan hanya dapat diukur dari  bid–ask spread melainkan juga dari volume perdagangan saham atau komisi penjualan.

Cute Rocking Baby Monkey

Mengenai Saya

Foto Saya

Saya mahasiswi di Universitas Tanjungpura Pontianak, fakultas Ekonomi jurusan Manajemen angkatan 2011.